
Surabaya – Penambahan kasus positif covid-19 di Jatim masih cukup tinggi. Jumat (22/5/2020) malam, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa di Jatim bertambah 153 kasus baru. Dengan demikian, total kasus positif covid 19 di Jatim mencapai 3.095 kasus.
Gubernur Khofifah menandaskan bahwa penambahan kasus baru ini semkin banyak setelah dilakukan tracing yang cukup massif. Diantaranya adalah dengan menggelar rapid test di tiga wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. “Kami telah melakukan rapid test dengan jumlah cukup banyak mencapai 25.555 orang dan yang dinyatakan reaktif ada 1992 ornag.
Di Surabaya rapid test dilakukan terhadap 11.555 orang. Kemudian di Sidoarjo juga telah dilakukan rapid test terhadap 11.555 orang. Sementara untuk kawasan Gresik juga telah dilakukan rapid test terhadap 3.500 orang.
“Untuk itu, kewaspadaan dan kesiap-siagaan kita harus terus kita tingkatkan. Mendekati hari raya ini, banyak juga massa yang berdatangan ke Mall, tidak hanya di Surabaya saja, namun juga di daerah daerah lainnya, ini berpotensi terjadinya penyebaran baru,” tandas Khofifah.
Sementara, dari penambagan 153 kasus ini diantaranya 3 di Kabupaten Madiun, 18 di Kabupaten Kediri, 1 di Kabupaten Jombang, 1 di Kota Kediri, 4 di Kabupaten Megatan, 2 di kabupaten Mojokerto, 2 di Kabupaten Tulungagung, 1 di Kota Batu, 2 di Kabupaten Malang, 27 di Kabupaten Sidoarjo, 28 di Kabupaten Gresik, 2 di Kota Malang, 1 di Kota Mojokerto, 3 di Kabupaten Nganjuk, 4 di Kabupaten Pacitan, 1 di Kabupaten Bangkalan, 51 di Kota Surabaya, da nada 2 yang merupakan ABK (Anak Buah Kapan) yang bersandar di pelabuhan Perak.
Meski demikian masih ada kabar menggembirakan dari kesembuhan pasien posotif, setidaknya ada penambahan sembuh sebnayak 13 orang, sehingga total yang sudah sembuh ada 426 orang. Sedangkan dari penambahan 13 yang sembuh ini diantaranya 3 dari Kabupaten Madiun, 1 dari Kabupaten Lumajang, 2 dari Kabupaten Malang, 1 dari Kabupaten Sidoarjo, 3 dari Kabupaten Nganjuk, 1 dari Kabupaten Tuban, 1 dari kabupaten Blitar, dan1 dar 1 dari Kota Surabaya.
Disatu sisi tetap saja ada yang meninggal dunia sebanyak 15 orang. Diantaranya yang meninggal 1 dari Kabupaten Tulunggung, 4 dari Kabupaten Sidoarjo, 1 dari Kota Malang, dan 9 Kota Surabaya. Untuk kasus PDP dan ODP juga terus meningkat. Setidaknya ada 5.499 kasus PDP dan 23.423 kasus ODP. (ufi)